Senin, 05 November 2012

Dengan Jalan Judjur

Menaikkan tingkat kualitas HAFIDZ ALQURAN. Banyak metode yang bisa dipilih. Kesemuanya berupaya memberikan cara dan jalan agar memperoleh kemudahan dalam menghafal dan mudah memperoleh ingatan kembali keruntutnya urut hafalan.Dengan demikian maka jumlah hafalan kian meningkat dan hingga seterusnya dicapai hafalan dalam jumlah keseluruhan surat dalam alquran. Menjadi kian mampu menentukan kapan bagian alquran hafalan ini dimulai dan kapan pula penggalan atau bagian surat terpilih harus diakhiri. Dengan bagitu keahlian ini dapat dimiliki melalui methoda dengan jalan jujur. InsyaAllah. Sebagian torikot ini menggariskan upaya berulang tanpa bosan dan justru meningkatkan kecintaan pada bagian alquran, suraat atau boleh juga bagian surat yang sedang diupayakan penghafalannya.Torikot untk menggapai meningkatnya jumlah fafalan mencakup surat-surat dalam al quran; tak lebih bagai tip sharing bagi pembaca postingan ini agar terpacu tekad dan niatnya untuk selalu menambah dan menambah hafalan surat mereka hingga kian hari kian bertambah kemajuannya dan akhirnya dalam kurun waktu tertentu Allah mengijinkan seseorang memiliki hafalan semua suratan dalam alquran. Sesuatu yang bukan tidak mungkin bila Allah telah menghendaki dan mengijinkan melalui telah diupayakannya oleh seseorang untuk mendapatkan diri mereka masing-masing sebagai penghafal sekaligus pemelihara keutuhan dan kemurnian alquran sebagai seorang yang hafidz. Sebagai layaknya cara menunjukan arah untuk mencapai tujuan, maka metoda DENGAN JALAN JUDJUR memetakan kegiatan langkah yang mesti ditempuh dengan teliti cermat tlaten penuh kesungguhan dan diniatkan sebagai peningkatan ibadah menghamba kepada Allah maka tak boleh pesimis terhadap rahmatNya. Rumusan cara Dengan Jalan Judjur sebagai metoda adalah sebagai penunjukkan kata-kata kunci mengarah pada penekanan makna agar mendapat peningkatkan intensitas perhatian kepada kata tunjuk yang tersebutkan. Sebagai wujud torik ini terjabarkan dalam rangkaian tahapan yang mesti difahami terlebih dulu; yakni: 1.Jalan; dimaksudkan sebagai pengarah dan harus ditempuh agar sampai tingkat ujungnya akan boleh memperoleh tingkat kemampuan tertentu. Ujung jalan yang terus disambungkan menuju ujung jalan seterusnya untuk mendapatkan kopetensi kemampuan yang lebih dan menjadi kian mapan. 2.Judjur; terurai kedalan dua bagian yaitu Jud dan Jur. Dua penggalan sebagai suku kata ini kemudian kita rumuskan sebagai kata sandi.JUD; adalah penggalan dari kepanjangan Sujud yang berarti bersujud berkonotasi melakukan shalat. JUR; penggalan yang ini diafiliasikan kepada perbuatan jurnalisme; dengan tujuan memperoleh ulangan kegiatan penghafalan dalam prosedur jurnalistik. Mari kita bahas sedikit secara simultan rumusan JUD-JUR;sebagai berikut: 2a.Kita bahas lebih dulu Jur-nya demi lebih hikmatnya Jud, hingga memperoleh nilai khusuk dalam ibadah shalat yang kian sempurna.Jurnalistik disini hanya diambil pokok-pokok actionnya yang meliputi utamanya: 1). menuliskan sesuatu sebagai tanda pengingat untuk bagiam mana ayat permulaan dari surat untuk permulaan awal dan sampai dengan ayat mana sebagai tanda bacaan sementara untuk diakhiri. Begitu akan menunjukkan berapa banyaknya ayat-ayat yang perlu dibaca ulang guna memperoleh kelancaran ucapan dalam bacaan. Hal seperti itu dimaksudkan pencari hafalan ini dapat menempatkan isyarat dibeberapa titik awal ayat sebagai pijakan pertama, kemudian menempatkan isyarat sebagi urutan pijakan pengingat berikutnya dalam urut jumlah ayat yang telah diprogram untuk dihafal. Sebagai contoh penjelasnya dapat diutarakan disini semisal ada keinginan memiliki hafalan surat taghobun qs no.:64 ayat1 s/d ayat 10. Kemudian setelah hafal benar barulah disambung lagi mulai dari ayat 11 s/d ayat terakhir surat ini yakni ayat yang ke 18. Jadi untuk mengambil hafalan surat ini perlu dipenggal jadi dua bagian yang cara memenggalnya seperti telah disebutkan. Untuk memperoleh hafalan baik pada penggalan pertama maupun sambungannya pada penggalan kedua dalam masing-masingnya perlu membuat:alat-alat bantu pengingat dan penajam ingatan; _________A__catatan titik pengingat; _______;_B__mengendali dan mengelola catatan _______:_C__mengekspos dan mengupdate dengan edit lebih dulu. A; adalah tanda dengan tulisan sendiri pada titik pengingatnya. Ada syarat yang perlu diperhatikan dalam membuat tulisan catatan ini adalah sebagai berikut: :*jelas dalam menandai awal pembuka surat,pokok-pokok pikiran yang disitu tentu berlanjut dengan ayat berikutnya sebagai uraian penjelas tiap pokok pikiran yang sedang diangkat. Misal kita tulis: Yusabikhu lillah (ayat 1) sebagai pembuka. Pokok pikiran yang pertama adalah Allah pencaipta manausia juga pencipta langit dan bumi dengan sifatnya yang maha mengetahui (ayat 2 s/d 3). Pokok pikiran yang kedua ialah tabiat dan akibat yang dialami orang kafir ( ayat 4 s/d 7).Penutup dari penggalan pertama itu berupa perintah beriman beserta akibat yang kelah diterima oleh masing-masing antara yang beriman dan yang tidak (ayat 8 s/d 10) Begitulah cara antara lain dalam memulis memberikan tanda untuk mudah diingat. Menentukan mana pembukaan; dan mana isi yang bermuatan beberapa pokok pikiran harus dilakukan terlebih dulu dengan jelas dan tegas batas-batas ayatnya. :*Membuat catatan harus urut dan kronologis memberikan gambaran rangkaian pokok pikiran yang tak akan terputus yang diatas telah digambarkan perihal mengelompokkan beberapa ayat baik sebagai pembukaan, pokok pikiran pertama kedua dan seterusnya. Pengelompokan itupun sekaligus dapat digunakan sebagai tahapan penghafalannya. Cara separti itu benar-benar menuntun dan membimbing daya ingat untuk terus bersambung dalam ingatan. Jadi urusan keurutan dalam kronologis membanntu menunjukkan langkah maju dari tahap yang satu kepada tahap berikutnya, dan yang pasti cara ini akan membuahkan ketajaman rangkaian hafalan dalam ingatan. :^Butuh perlakuan rapi dan rajin secara berkala dan berulang-ulang; akan memberikan jaminan terhadap upaya tulis menulis membuat catatan dengan jelas lagi tegas batas-batas nya dan secara kraonologis dalam setiap aspek pokok pikiran itulah sesungguhnya jalur pacu menuju tercapainya mempunyai hafalan yang susah untuk lepas dan terlupakan akan kececeran sebagian kecilpun dari untaiannya. Begitupun bila kita melakukan pencataan untuk pengelolaan juga update nya untuk penggalan yang ke dua yang dimulai dari ayat 11 s/d 18) Pembukaan pada penggalan ini terletak pada ayat 11 s/d 13. Isi berupa seruan kepaada orang beriman ayat 14 s/d 16. dengan penutup ayat 17 dan 18. B; adalah fungsi pengelolaan pengendalian. Melalui sering melihat catatan pengendali ini secara tidak langsung terjadi penelian ulang dan sekaligus terjadi pembacaan ulang ayat yang ingin disimpan dalam ingatan. Update disini pasti berlangsung berbuah pembaharuan ingatan sekaligus mempertajam. C; adalah pendalaman akan makna ayat yang berlanjut dengan penambahan ulasan makna tidak hanya yang tersurat melainkan juga makna-makna yang tersirat yang terkait disekelingnya dari zikron katsiron dari ayat yang sedang terulas kian mendalam. 2b.Kini kita memasuki ulangan pada aspek JUD dari JUDJUR. Sengaja penulisan kata jujur dituliskan dengan JUDJUR, hanya dengan maksud memudahkan membangun image dalam pikiran kata ini mudah dipenggal menjadi jud dan jur. Aspek jur nya telah terbahas diatas meski sepintas, kini tinggal melanjutkan aspek jud nya. Aspek inipun sesungguhnya telah bisa ditangkap dengan terang karena telah disinggung diatas. Walau begitu kiranya perlu ditambahkan pula disini bahwa kekhusyukan shalat tentu terdorong juga oleh pemahaman makna lafads ayat yang diucapkan dalam bacaan alquran dalam menegakkan shalat, Penutup postingan ini; penggalan tadi mengikuti tanda rukuk yang berada pada surat Taghobun tersebut. Demikian teriring doa semoga yang mempraktekkan teori ini akan memperoleh metoda hafidz alquran yang paling afdol dan mempermudah bagi para peminatnya. Sekian semoga bermanfaat.

2 komentar:

  1. banyak metoda menghafal alquran ditawarkan, tapi yang kali ini lebih banyak memberi alat bantu yang tentu lebih efektif.Itu harapan juga kan?

    BalasHapus
  2. contoh telah diberikan. bila telah mampu menduplikasikan kedalam surat yang lain itu pertanda cahaya terang telah datang dan jangan biarkan kembali meredup.siapapun bisa menjadi kian banyak dan meluas serta tahu letak ruas panjang ayat surat yang sedang dikaji. cocokan itu !!!

    BalasHapus